CERITA CEKAK
PENGENALAN CERITA CEKAK
Ringkas: Cerita cekak biasanya disampaikan dalam format yang singkat dan padat, dengan fokus pada inti cerita tanpa banyak detail atau latar belakang yang rumit.
Sederhana: Bahasa yang digunakan dalam cerita
cekak cenderung sederhana dan mudah dipahami oleh pendengar dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak.
Moralitas: Seperti kebanyakan cerita rakyat, cerita cekak juga seringkali mengandung pesan moral atau pelajaran yang dapat diambil oleh pendengarnya.
CONTOH CERITA TIMUN EMAS
Sura:
**Cak kancil nek nang nduwur thok, akhire wonten bilih."
Purwa:
- Wanci, niku Timun Mas, wiwit saka telur Timun jepang. Iya adoh gaga niku, lan pas niku dibukak, ana bocah cilik saiki, wis sedulur karo wong luwih rahayu.
Tandhing:
- Banci, ya rikala kapendem lan ngomong: "Wong-wong rahayu, ayo lemah-lembut ana tembung. Timun Mas adoh dadi bocah cilik, saka telur timun jepang. Aku wis matur sembah nuwun. Nanging tampa kang wenang tumindak, wanci iki wis dijroning, bakal ana cara kanggo uga Timun Mas punika."
Penutup:
- Yen sampeyan kang dadi rahayu, ayo lemah-lembut ana tembung.
PENJELASAN
Cerita cekak "Timun Mas" merupakan salah satu cerita rakyat Jawa yang populer. Cerita ini menceritakan tentang seorang wanita tua yang mendapat anak dari memakan timun jepang yang berisi telur dan kemudian melahirkan seorang anak perempuan cantik yang diberi nama Timun Mas.
Wanita tua tersebut kemudian menyerahkan Timun Mas kepada dewa untuk menghindari bahaya yang mengintai. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita, dan saat dewa ingin mengambilnya kembali, Timun Mas melarikan diri dan dikejar oleh Raksasa.
Cerita ini mengandung pesan moral tentang keberanian, kebaikan hati, dan pentingnya bersyukur atas berkah yang diberikan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar